Jelaskan Konsep Pengambilan Keputusan dalam
organisasi yang telah implementasi SIM dalam aktivitas organisasi atau kegiatan
bisnisnya.
Jawab :
Sistem informasi manajemen atau SIM
(management information system) adalah system informasi yang dirancang untuk menyediakan
informasi akurat, tepat waktu, dan relevan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan
oleh para manajer. Konsep SIM adalah meniadakan pengembangan yang tidak efisien
dan penggunaan komputer yang tidak efektif. Konsep SIM sangat penting untuk
system informasi yang efektif dan efisien oleh karena menekankan pada orientasi
manajemen (management orientation) dari pemrosesan informasi pada bisnis yang
bertujuan mendukung pengambilan keputusan manajemen (management decision
making)
Tahapannya:
1.
Tahap Pemikiran
Pada tahap ini dilakukan
pengamatan terhdap lingkungan, baik secara berkesinambungan atau sesekali. Hal
ini meliuti beberapa aktivitas yang vertujuan untuk mengidentifikasi adanya
permasalahan-permasalahan atau kesempatan-kesempatan.
Aktivitas-aktivitas
tersebut adalah:
a.
Menemukan Permasalahan
Tahap pemikiran dimulai
dengan identifikasi tjuan dan saaran ari organsisasi. Permsalahan timbuk dari
adanya ketidakpuasan terhadap keadaan yang sedang berjalan. Ketidakpuasan
tersebut terjadi karena adanya perbedaan antara apa yang diinginkan dan apa
yang terjadi atau tidak terjadi. Pada tahap ini usaha yang dilakukan ialah
mencari apakah ada permasalahan, mencari besarnya permasalahan dan
mengidentifikasi permsalahan tersebut
b. Klasifikasi Permasalahan
Aktivitas ini merupakan
konseptualisasi dari masalah dalam usaha untuk mengklasifikasian ke dalam
beberapa kategori yang dapat didefinisikan.
i. Penguraian
Permasalahan
Banyak permsalahan
kompleks yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian permasalahan. Dengan
memecahkan bagian permasalahan yang paling mudah dapat menolong dalam
emmecahkan permasalahan yang kompleks. Pendekatan ini juga membantu komunikasi
antar orang-orang yang terkait dengan proses solusi.
ii. Kepentingan
Permasalahan
Pada tahap pemikiran
penting untuk menentukan pemilik dari permasalahan tersebut.
Tahap pemikiran diakhiri
dengan suatu pernyataan permasalahan. Pada waktu itu tahap peracangan dimul
2.
Tahap Perancangan
Tahap Perancangan
meliputi kegiatan menciptakan, mengembangkan dan menganalisa tindakan-tindakan
yang mungkin. Pada tahap ini juga dilakuakn pembuatan, pengujian dan validasi
model dari situasi permasalahan tersebut.
Pemodelan adalah
kombinasi dari seni dan sains. Beberapa topik dari permodelan yang berhubungan
dengan model kuantitatif adalah:
a. Komponen Model
Semua model terdiri dari
tiga komponen dasar, yaitu variabel keputusan, variabel yang tidak dapat
dikontrol serta parameter-parameter dan variabel-variabel hasil atau keluaran.
b. Stuktur Model
Kuantitatif
Model Kuantitatif
mempunyai komponen-komponen model yang dihubungkan oleh ekspresi matematis
seperti persamaan atau ketidaksamaan.
c. Prinsip-prinsip
Pemilihan
Evaluasi dari
alternatif-alternatif dan pemilihannya langsung dari tipe kriteria-kriteria
yang akan digunakan. Dua prinsip dalam pemilihan ialah normatif dan deskriftif.
Model Normatif
Alternatif yang dipilih
ialah yang dapat dibuktikan yang terbaik diantara alternatif-alternatif yang
mungkin.
Model Deskriptif
Model deskriptif
mendeskripsikan suatu sistem seperti adanya atau akan menjadi apa nantinya.
·
Mencari Alternatif-alternatif
Bagian yang signifikan
dari proses pemdoelan ialah menciptakan alternatif-alternatif. Hal ini
membutuhkan kreatifitas dan proses mencari yang membutuhkan waktu dan biaya.
·
Memperkirakan Keluaran dari Masing-masing
Alternatif
Untuk mengevaluasi dan
memperbandingkan alternatif-alternatif yang telah diperkirakan, perlu untuk
meramalkan keluaran-keluaran yang akan dihasilkan ooleh setiap alternatif
tersebut.
·
Mengukur Hasil ( Tingkat Pencapaian Tujuan)
Nilai suatu alternatif
dilihat berdasarkan kemampuannya untuk mencapai tujuan.
·
Skenario
Skenario adalah suatu
pernyataan tentang asumsi mengenai lingkungan operasi dari sistem tertentu pada
waktu tertentu.
c.
Tahap Pemilihan
Tahap pemilihan meliputi
penarian tindakan-tindakan yang tepat ( diantara tindakan-tindakan yang telah
diidentifikasikan pada tahap perancangan) yang akan dapat memecahkan masalah
yang sesungguhnya.
Untuk model normatif
dapat digunakan pendekatan analitis atau memperbandingkan satu dengan yang
lainnya secara mendalam. Untuk model deskriptif dapat digunakan perbandingan
alternatif-alternatif dengan jumlah terbatas yang dilakukan baik dengan
pendekatan penarian buta (blindly approach) atau dengan pendekatan heuristik.
Pendekatan Pencartian
Formal ( Turban)
i. Teknik-teknik
Analistik
Teknik-teknik analitis
menggunakan formula matematis yang secara langsung dapat menurunkan solusi
optimal atau memprediksi hasil tertentu
ii. Algoritma
Teknik-tekniks analitis
dapat menggunakan algoritma-algoritma untuk meningkatkan efisiensi dalam proses
pencarian alternatif.
iii. Pendekatan Penarian
Buta ( Blind Search)
Teknik pencarian buat
mengacu pada pendekatan pencarian yang berubah-ubah dan tidak ada panduannya.
Ada dua type pencarian buta, yaitu:
– Enumerasi lengkap,
yaitu seluruh alternatif dipertimbangkan sampai solusi optimal didapatkan
– Enumerasi tidak
lengkap, yaitu penarian parsial, dimana hanya sebagian laternatif saja yang
dieprtimbangkan sampai solusi yang cukup baik didapatkan.
–
d.
Pendekatan Heuristik
Heuristik ialah
aturan-aturan keputisan mengenai bagaimana suatu masalah seharusnya dipecahkan.
Heuristik dikembangkan dengan analisis masalah yang padat dan teliti,
kadangkala dengan menggunakan metode desain eksperimen.
QUIZ
1
Jelaskan dan beri contoh Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) dan bagaimana
langkag-langkah dalam pemecahan
masalah (problem solving) pada suatu aktivitas bisnis.
Jawab:
Sistem Pendukung Keputusan
(SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan
kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan
kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu
pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur,
dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat
(Turban, 2001).
SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
Problem Solving menjadi salah satu
criteria seseorang untuk mendapatkan kesempatan Promosi dalam sebuah Fungsi dan
Jabatan. Untuk itulah setiap Assessment akan selalu disertai dengan Metode
mencari Pemecahan Masalah (Problem Solving). Setelah mendapatkan cara menyelesaikan
sebuah masalah, akan dilanjutkan dengan menguji kemampuan Pengambilan Keputusan
(Decision Making). Terkadang seorang ahli akan berkata “There’re no
Problems just Opportunities”, namun hal ini jusru memperjelas kondisi bahwa dia
belum menemukan Akar Masalah (Root Cause) sehingga tampak hanya menutupi stress
agar terlihat optimis. Pada akhirnya setiap Masalah harus Dipecahkan dan Keputusan
harus Diambil. Dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan harus dilakukan
Tahap Demi Tahap (Step-by-Step) yakni:
Problem Recognition
Problem Labeling
Problem Cause Analysis
Optional Solution
Decision Making
Action Planning
Problem Recognition (PengakuanMasalah)
Dengan mengakui bahwa terdapat situasi yang
harus diperbaiki, walaupun kondisi serius dan sangat kritis. Jangan pula
menganggap sepele sebuah permasalahan sehingga cenderung sedikit mengabaikan potensi
masalah berikutnya. Pengakuan yang Jujur akan adanya Masalah Kecil atau Besar
akan berdampak terhadap keseluruhan proses yang akan berjalan kemudian.
Individu dan Tim perlu Mengenali dan Mengakui terdapat sebuah Gejala yang
berpotensi menjadi Masalah berkelanjutan, sedemikian Pemecahan Masalah dan Pengambilan
Keputusan dapat terwujud.
Problem Labeling (IdentifikasiMasalah)
Setelah menyelesaikan langkah pertama,
Anda perlu memiliki banyak data pendukung masalah tersebut. Ini mungkin akan
membingungkan Anda dengan begitu banyaknya masalah dan jenis masalah yang
ada. Namun identifikasi masalah ini perlu dilakukan agar mendapat persepsi
yang sama dari semua orang walau dari sudut pandang yang berbeda. Hasil identifikasi
masalah ini agar ada sebuah Kesepakatan Bersama tentang Masalah Utama yang
perlu Resolusi.
Problem-Cause Analysis (Analisa Penyebab Masalah)
Dengan berhasilnya Identifikasi Masalah, maka Anda
akan mulai mencari Definisi Masalah sebenarnya. Anda tidak mungkin menyelesaikan
masalah secara bersamaan, dimana hal tersebut akan sangat menguras waktu dan pikiran.
Maka dengan memilah-milah pada Langkah 2, konsentrasi dan fokus Anda terhadap Akar
Penyebab Masalah Utama makin mengerucut. Langkah ketiga ini adalah Langkah
yang Terkontrol dan Terpecahkan dan dapat menjelaskan kenapa masalah tersebut timbul.
Optional Solution (Solusi Pilihan)
Langkah ini menggambarkan bagaimana Langkah penyelesaian
masalah dengan berbagai cara dan alternatif. Anda tentu mencari strategi penyelesaian
masalah satu untuk semua, namun daftar lengkap alternative akan sangat penting sebelum
berlanjut pada langkah berikutnya. Carilah daftar lengkap cara-cara yang
mungkin dalam penyelesaian masalah Anda.
Decision Making (Pengambilan Keputusan)
Disini akan memungkinkan Anda memilih salah satu
alternative solusi yang ada dalam tindakan perbaikan. Langkah ini menjadi
Filosofi Analisa dan Evaluasi, dimana Anda perlu mempertimbangkan Prioritas dan
Alternatif pilihan sehingga akan terkaji Proses yang Praktis dan Ilmiah.
Pengambilan Keputusan ini harus mendapatkan tempat dari semua pihak sehingga dapat
mengesampingkan Alternatif Solusi lainnya dari Langkah empat.
Action Planning
(PerencanaanAksi)
Sebuah Solusi tidak menjadi
senjata ampuh jika hanya sebagai wacana dan tidak terbukti dalam tindakan.
Sebaik apapun solusi pilihan bersama tidak akan berhasil tanpa adanya eksekusi.
Tahapan ini memerlukan Apa yang akan dilakukan (What to Do),
Dimana dilakukan (Where) dan Kapan dilakukan (When).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar