Tugas Sistem Informasi
Manajemen
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA
PT. KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk
Dosen:
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali MM., CMA

Disusun oleh:
Muthiara Widuri
(43215120014)
PROGRAM S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2016
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikumWarahmatullahiWabaraakatuh
Segala puji hanya milik Allah swt, Dzat
yang maha luas kekuasaannya dan maha luas ilmunya. Dengan segala karunia dan
rahmat-Nya pula kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas ini tepat pada
waktunya. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada dosen mata kuliah pancasila
Bapak Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali MM., CMA yang telah memberikan arahan dan
bimbingan kepada kami.
Wassalamu’alaikumWarahmatullahiWabaraakatuh
ABSTRAK
Makalah ini direncanakan
untuk menyediakan informasi bagi masyarakat mengenai konsep sistem informasi
manajemen suatu perusahaan. Di dalamnya, berbagai praktek dan pilihan
dipertimbangkan untuk perencanaan dan implementasi Sistem
Informasi Manajemen(SIM) PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Penemuan dalam karya ilmiah didasarkan
pada berbagai tinjauan mengenai implementasi SIM
perusahaan yang sudah diterapkan. Terkait hal ini, berbagai perusahaan memerlukan
suatu layanan atau fasilitas untuk memberikan informasi untuk setiap karyawan,
manager, dan pihak umum secara cepat dan akurat. Hal ini diwujudkan melalui
penggunaan website setiap perusahaan.
SIM didefinisikan melalui
informasi mengenai konsep dan berbagai aspek pendukung yang diperlukan untuk
membangun SIM perusahaan. Karya ilmiah ditutup melalui kesimpulan dan saran
bagi pihak PT Kimia Farma (Persero) Tbk untuk lebih memahami
dan mengimplementasikan SIM secara lebih baik.
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Manajemen sistem informasi (SIM) (bahasa
Inggris: management information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian
dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia,
dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan
masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.
Manajemen sistem informasi dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM
digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada
aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya
digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian
dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya
sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Sistem Informasi sangat memperngaruhi
keberhasilan maupun kegagalan tujuan bisnis dari suatu perusahaan. Selain
faktor sumber daya manusia, manajemen sistem informasi sangat penting
implementasinya karena bekerja secara sinergis agar dapat melakukan
minimalisasi sumber daya namun menghasilkan output maksimal. Selain itu,
implementasi SIM ini di suatu perusahaan atau organisasi akan mengurangi resiko
kegagalan terutama saat penggunaan sumber daya.
Sebagaimana yang kita ketahui, sistem
informasi memegang peranan penting apalagi di jaman yang serba canggih ini.
Hampir di semua lini kehidupan sudah menggunakan aplikasi ini. Mengapa? Di
jaman yang globalisasi dan digital ini, semua perangkat kehidupan banyak
ditopang oleh aplikasi ini sebagai alat bantu, seperti: sistem scanner dibidang
kedokteran, perbankan, teknologi hingga sistem keamanan yang semuanya sangat
tergantung pada piranti lunak (software) dan piranti keras (hardware) ini.
Tentu ada kekurangan-kekurangannya disamping ada kelebihannya. Ketelitian,
akurat dan hemat tenaga adalah kelebihan dari penggunaan sistem informasi ini.
Namun kekurangannya, bila terjadi error bisa berakibat fatal, deleting data
bahkan adanya pencurian data yang tentunya sangat merugikan baik pihak perusahaan
maupun organisasi.
Fungsi dari manajemen sistem informasi itu adalah:
1.
Menyediakan informasi yang dipergunakan di
dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan
manajemen.
2.
Menyediakan informasi yang dipergunakan
dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
3.
Menyediakan informasi untuk pengambilan
keputusan.
Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi ini yang berupa piranti keras (hardware) yaitu computer atau laptop, meliputi: instruksi, fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur. Sedangkan Sistim Informasi itu sendiri dapat dikategorikan dalam empat bagian:
1. Manajemen sistem informasi
2. Sistem Pendukung Keputusan
3. Sistem Informasi Eksekutif
4. Sistem Pemrosesan Transaksi
2. Sistem Pendukung Keputusan
3. Sistem Informasi Eksekutif
4. Sistem Pemrosesan Transaksi
Sistem informasi manajeman digambarkan
sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari
informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan
berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi
manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi
untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian
manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung
perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen
1.2. Tujuan Pembuatan Makalah
Menganalisi implementasi dari penerapan manajemen sistem
informasi pada perusahaan dan pengaruhnya terhadap keberhasilan serta kegiatan
proses produksi untuk mencapai target perusahaan.
1.3. Rumusan Masalah
Pada makalah ini akan dibahas bagaiman
implementasi dari penerapan Sistem Informasi Manajemen serta pengaruhnya
sebagai penunjang keberhasilan perusahaan dalam pencapaian tujuannya di
perusahaan terkenal PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Pengaruh yang diapat
akan lebih dititik beratkan pada efek positif dari diterapkannya sistem
informasi manajemen ini di perusahaan tersebut.
1.4.Manfaat
Penulisan
Bagi Perusahaan :
Agar dapat menentukan
persoalan dalam penyusunan anggaran (budgeting) yang meliputi anggaran
penjulan, anggaran pembelian dan anggaran pengerjaan (manufacturing budget).
Bagi Peneliti :
Meningkatkan kemampuan dalam membuat dan
merancang program aplikasi, serta Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi
mahasiswa Universitas Mercubuana, Untuk penelitian
selanjutnya.
BAB II
TINJUAN PUSTAKA
TINJUAN PUSTAKA
2.1. Landasan Teori
Menurut James O’Brien (2008) sistem adalah
sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja bersama untuk mencapai
tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses
transformasi yang teratur. Informasi adalah data yang telah dikonversi ke dalam
konteks yang bermakna dan berguna bagi pengguna akhir tertentu. Sehingga dapat
ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi dapat merupakan kombinasi teratur
dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data
yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
Manusia bergantung pada sistem informasi untuk melakukan komunikasi dengan
peralatan fisik (hardware), instruksi pemrosesan informasi atau prosedur
(software), jaringan komunikasi (network), dan data (data resources). T. Hani
Handoko (1997) mendefinisikan manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar
mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan. Sedangkan menurut George R.
Terry (1986) bahwa manajemen adalah merupakan proses yang terdiri dari
tindakan-tindakan, perencanaan, pengorganisasian, menggerakan dan pengawasan,
yang di lakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah di tetapkan
melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain.
2.2. Peran Utama Sistem Informasi
Menurut O’Brien terdapat 3 peran utama sistem informasi dalam bisnis yaitu
Menurut O’Brien terdapat 3 peran utama sistem informasi dalam bisnis yaitu
Mendukung proses bisnis dan operasional
Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
Mendukung pengambilan keputusan
Sistem informasi dapat mengkombinasikan
informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih
baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer mengidentifikasikan
kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem
Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih
cepat, dan lebih bermakna.
·
Mendukung strategi untuk keunggulan kompetitif
Sistem informasi yang dirancang untuk
membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat menciptakan keunggulan
bersaing di pasar.
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:
- Sistem
informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan
transaksi keuangan.
- Sistem
informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi
untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran,
kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan
pemasaran.
- Manajemen
sistem informasi persediaan (inventory management information systems).
- Sistem
informasi personalia (personal information systems).
- Sistem
informasi distribusi (distribution information systems).
- Sistem
informasi pembelian (purchasing information systems).
- Sistem
informasi kekayaan (treasury information systems).
- Sistem
informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
- Sistem
informasi penelitian dan pengembangan (research and development information
systems).
- Sistem
informasi analisis software
- Sistem
informasi teknik (engineering information systems).
2.3. Manfaat Sistem Informasi
Manfaat sistem informasi menurut O’Brien dan Marakas (2008) :
• Mendukung fungsi dari area bisnis untuk mencapai tujuan yang mencakup bagian keuangan, akuntansi, operasional, pemasaran, dan sumber daya manusia.
• Untuk meningkatkan efisiensi dari proses produksi, meningkatkan efisiensi dari proses produksi, meningkatkan produktivitas pekerja, memberikan pelayanan dan kepuasan pelanggan.
• Sebagai sumber utama informasi dan mendukung pengambilan keputusan efektif yang diambil oleh manajer dan profesional bisnis.
• Untuk mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif dan sebagai sebuah keuntungan strategik dalam menghadapi persaingan global.
• Sebagai komponen utama dalam sumber daya infrastruktur dan kehandalan jaringan bisnis masa kini.
BAB III
BAHAN DAN METODE
BAHAN DAN METODE
3.1. Latar Belakang
Penerapan sistem informasi manajemen
memiliki peranan penting untung mendukung keberhasilan proses suatu produksi,
baik itu produksi barang maupun jasa selain memenuhi standarisasi yang telah
ditetapkan baik secara kuantitas maupun kualitas. Banyak faktor-faktor yang
menjadi pendukung terlaksananya suatu sistem yang baik, terintergrasi dan
menyeluruh diantaranta penggunaan aplikasi yang tepat, sarana dan prasarana
yang memadai disamping tenaga ahli yang mumpuni (expert) di bidangnya.
Sistem informasi manajemen ini sebagai
faktor pendukung yang memiliki peranan penting, sudah seharusnya diterapkan
dalam bentuk SOP (Standard Operating Procedure) yang nantinya akan memberikan
pengarahan bagi terciptanya suatu sistem yang berkelanjutan demi terwujudnya
keberhasilan suatu sistem diperusahaan.
3.2. Bahan Perumusan
Pada makalah ini akan dibahas bagaiman implementasi dari penerapan Sistem Informasi Manajemen serta pengaruhnya sebagai penunjang keberhasilan perusahaan dalam pencapaian tujuannya di perusahaan terkenal PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Pengaruh yang diapat akan lebih dititik beratkan pada efek positif dari diterapkannya sistem informasi manajemen ini di perusahaan tersebut.
3.3. Metode Perumusan
Metode perumusan berupa analisis dari diterapkannya sistem informasi pada perusahaan dan melihat efeknya secara luas meliputi: pencapaian target perusahaan, ekspansi bisnis, mempertahankan loyalitas konsumen hingga sistem pendistribusian yang bisa menjangkau hingga ke manca negara. Selain itu akan dibahas pula faktor-faktor keberhasilan sehingga bisa mempertahankan eksistensi perusahaan hingga ke manca negera dengan produk-produk dari PT Kimia Farma yang kreatif dan inovatif sehingga mendapatkan hati di jutaan pelanggannya yang senantiasa setia menggunakan produk-produk keluaran PT Kimia Farma.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Pembahasan
SAP (System
Application and Product in data processing) merupakan software Enterprise
Resources Planning (ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu
perusahaan merencanakan dan melakukan kegiatan operasionalnya secara lebih
efisien dan efektif.
SAP terdiri dari
sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang
perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan
satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara
terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya
Mengingat begitu pentingnya peranan dari manajeman sistem
informasi, maka sudah sewajarnya semua lini perusahaan menerapkan manajemen
sistem informasi demi efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan dalam
mencapai target perusahaannya. Kita bisa membandingkan, tingkat efektifitas
kinerja perusahaan antara 2 perusahaan antara yang menggunakan manajemen sistem
informasi dengan perusahaan yang masih menganut sistem kontemporer/konservatif.
Makalah ini menyajikan studi kasus tentang
penerapan manajeman sistem informasi di PT Kimia Farma (Persero) Tbk merupakan produsen obat-obatan yang bermarkas di
Jakarta, Indonesia.
Kimia Farma adalah
perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah
Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV
Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi
atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958,
Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi
menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada
tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan
Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).
Pada tanggal 4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan publik, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dalam penulisan berikutnya disebut Perseroan. Bersamaan dengan perubahan tersebut, Perseroan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang kedua bursa telah merger dan kini bernama Bursa Efek Indonesia). Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Perseroan kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.
Pada tanggal 4 Juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan publik, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dalam penulisan berikutnya disebut Perseroan. Bersamaan dengan perubahan tersebut, Perseroan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang kedua bursa telah merger dan kini bernama Bursa Efek Indonesia). Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Perseroan kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.
Pada tanggal 18 Februari 2016,
PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Melakukan penandatanganan perjanjian pekerjaan
Implementasi dan Managed Service Enterprise Resource Planning (ERP) – Systems
Application and Products in Data Processing (SAP). PT Kimia Farma berharap,
dengan adanya sistem baru ini, PT Kimia Farma bisa lebih baik dan lebih maju
lagi.
Perseroan tidak hanya memasarkan produk di
dalam negeri saja, namun juga melakukan ekspor guna memenuhi permintaan
obat-obatan di negara-negara Asia, Eropa, dan Afrika.
Kegiatan pemasaran didukung oleh sekitar 453 field forces untuk seluruh
lini yang tersebar di wilayah Indonesia, terdiri dari Product Manager, Regional
Sales Manager dan Area Supervisor. Pada tahun 2015, Perseroan dapat menjaring
lebih dari 13.497 orang dokter dan 1.304 buah rumah sakit dan ikut mensukseskan
gerakan pemerintah dalam pelayanan obat BPJS melalui program e-catalogue.
Selama tahun 2016, telah diselenggarakan berbagai kegiatan pemasaran di seluruh
Indonesia dalam rangka peningkatan penjualan
Kegiatan Ritel Farmasi
Kegiatan usaha Perseroan di bidang ritel farmasi, klinik kesehatan dan
laboratorium klinik secara fokus dikelola oleh Anak Perusahaan, PT Kimia Farma
Apotek (KFA)
PT Kimia Farma Apotek (KFA) dibentuk dan mulai beroperasi pada tanggal 4
Januari 2003 sebagai anak usaha Perseroan yang akan berfokus pada kegiatan
usaha ritel farmasi dan layanan kesehatan.
Dengan visi :
Menjadi perusahaan jaringan layanan kesehatan yang terkemuka dan mampu
memberikan solusi kesehatan masyarakat di Indonesia
dan misi :
1. Jaringan layanan kesehatan yang terintegrasi meliputi jaringan
apotek, klinik, laboratorium klinik dan layanan kesehatan lainnya
2. Saluran distribusi utama bagi produk sendiri dan produk principal
3. Pengembangan bisnis waralaba dan peningkatan pendapatan lainnya
(fee-based Income)
Melalui anak perusahaannya yaitu PT Kimia Farma Apotek, Perseroan
menjadi pemimpin di pasar ritel farmasi dengan jumlah apotek sampai dengan
September 2016 yaitu sebanyak 800 apotek. Penambahan outlet apotek menjadi
salah satu strategi KFA untuk meningkatkan penetrasi pasar, diantaranya melalui
program franchise dan KSO
Klinik Kesehatan
Sebagai perwujudan visi menjadi korporasi di bidang kesehatan terintegrasi, Perseroan mengembangkan produk layanan klinik kesehatan terintegrasi dengan apotek dan laboratorium klinik. Unit usaha yang sejak Maret 2009 dikelola oleh KFA ini menyediakan jasa pengobatan kuratif, penanganan gawat darurat tingkat pertama, bedah minor, pelayanan imunisasi, pemeriksaan kesehatan berkala, tumbuh kembang dan pemeriksaan kehamilan, keluarga berencana, deteksi dini, rehabilitasi medik terbatas, penyuluhan kesehatan, pelayanan K3 tingkat primer, kunjungan ke rumah (home care service) dan rujukan. Sampai dengan September 2016 terdapat 350 klinik yang tersebar di seluruh Indonesia dalam bentuk klinik pratama dan utama.
Sebagai perwujudan visi menjadi korporasi di bidang kesehatan terintegrasi, Perseroan mengembangkan produk layanan klinik kesehatan terintegrasi dengan apotek dan laboratorium klinik. Unit usaha yang sejak Maret 2009 dikelola oleh KFA ini menyediakan jasa pengobatan kuratif, penanganan gawat darurat tingkat pertama, bedah minor, pelayanan imunisasi, pemeriksaan kesehatan berkala, tumbuh kembang dan pemeriksaan kehamilan, keluarga berencana, deteksi dini, rehabilitasi medik terbatas, penyuluhan kesehatan, pelayanan K3 tingkat primer, kunjungan ke rumah (home care service) dan rujukan. Sampai dengan September 2016 terdapat 350 klinik yang tersebar di seluruh Indonesia dalam bentuk klinik pratama dan utama.
Laboratorium Klinik
Laboratorium klinik yang dibangun untuk melengkapi portofolio bisnis Perseroan ini, bergerak dalam bidang jasa layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up – MCU). Sejak Januari 2010 pengelolaannya telah diserahkan kepada KFA dalam bentuk anak perusahaan bernama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD). Pada tahun 2016 KFD telah memiliki total 43 cabang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Laboratorium klinik yang dibangun untuk melengkapi portofolio bisnis Perseroan ini, bergerak dalam bidang jasa layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up – MCU). Sejak Januari 2010 pengelolaannya telah diserahkan kepada KFA dalam bentuk anak perusahaan bernama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD). Pada tahun 2016 KFD telah memiliki total 43 cabang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Strategi dan Fokus Program
Jajaran manajemen menerjemahkan inisiatif strategi dalam strategy map
perusahaan dan menjabarkannya dalam berbagai inisiatif program yang lebih
terfokus untuk mencapai target-target bisnis.
4.2. Faktor-Faktor Keberhasilannya adalah:
1. Menyesuaikan Minat Konsumen.
Agar mendapatkan efisiensi produksi yang luar biasa dan memaksimalkan pendapatan, Kimia Farma harus dapat jeli melihat keinginan konsumen sebaik mungkin diwaktu yang akan datang. Dengan menggunakan solusi SAP, Kimia Farma dapat menganalisis transaksi data secara mendetail, untuk melihat perubahan pola yang terjadi dalam minat konsumen dan kemudian merespon secara efektif. SAP memberikan informasi yang mendetail dengan sangat cepat dimana hal tersebut merupakan keuntungan bisnis yang vital. Informasi penjualan memberikan inputan ke dalam SAP, dimana ia akan memberikan informasi berkala pada produk apa saja yang harus di produksi, berapa jumlahnya dan dipabrik mana akan diproduksi.
2. Distribusi Informasi
Sedangkan data yang disediakan oleh SAP sistem sangat penting untuk perencanaan
produksi dan pengendalian persediaan di bagian operasional, manajemen menengah
dan tim eksekutif tidak perlu data transaksi yang mentah. Yang mereka butuhkan
adalah informasi mengenai keseluruhan performa
bisnis, arus kas, dan beberapa hal detail operasional. Untuk meningkatkan
akurasi maupun ringkasan manajemen yang tepat waktu, kimia farma mengimplementasikan SAP pada bulan tahun 2016 Aplikasi tersebut dapat
memberikan informasi yang sangat mendetail.
3. Integrasi Sistem Hilir
Dengan sistem ERP kelas dunia, Kimia Farma telah memulai untuk
perencanaan ke depan, bertujuan untuk memperluas operasinya sekaligus
meningkatkan efisiensi biaya.Salah satu tujuan bisnis kimia farma saat ini adalah untuk
mengelompokkan pelanggan-pelangan dengan
lebih akurat, kemudian melayani setiap kelompok sesuai minatnya masing-masing. Kimia Farma akan bekerja lebih erat
dengan para distributor hingga pengecer. Ini akan memungkinkan kimia farma untuk meningkatkan
perencanaan kapasitas dan membantu meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya.
Kelebihan Dari Sistem
SAP
1.
Mempunyai modul yang
lengkap, dimana semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung
yang satu dengan lainnya.
2.
Mendukung integrasi
proses bisnis perusahaan-perusahaan besar.
3.
Semua informasi yang
tersimpan didalam SAP dapat diakses oleh bagian organisasi yang membutuhkan
pada saat dibutuhkan.
Kekurangan Dari Sistem
SAP
•
Harga license tiap
user SAP yang relatif begitu mahal.
•
Biaya konsultan yang
lumayan mahal.
•
Penggantian sistem
memerlukan biaya yang tinggi dan waktu implementasi bisa berkepanjangan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
1. Penerapan manajemen sistem informasi di PT Kimia Farma (Persero) Tbk membawa manfaat sebagai penunjang keberhasilan perusahaan dalam rangka efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan.
2. Memberikan informasi yang lebih akurat sehingga perusahaan PT Kimia Farma (Persero) Tbk bisa membidik target pasar yang tepat sasaran.
3. Bisa mengkoreksi kelemahan-kelemahan sistem yang ada di PT Kimia Farma (Persero) Tbk sehingga bisa dilakukan perbaikan demi kemajuan perusahaan .
4. Memberikan nilai yang inovatif dan kreatif dalam menciptakan produk baru dan tentu saja akan menumbuhkan minat konsumen dalam membeli produk-produk terbaru dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk.
5.2.Saran
1. Perlu adanya upaya perbaikan pada kelemahan-kelemahan sistem baik internal maupun eksternal perusahaan di PT Kimia Farma (Persero) Tbk sehingga perusahaan mengoptimalkan produk yang sesuai kondisi pasar yang lebih inovatif dan kreatif.
2. Penyediaan tenaga-tenaga terlatih untuk mendukung implementasi penerapan manajemen sistem informasi di PT Kimia Farma (Persero) Tbk sehingga lebih berdaya guna, efisien serta hemat biaya
3. Perlu adanya upaya perluasan pasar yang diiringi dengan peningkatan baik kualitas maupun kuantitas produk oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk
BAB VI
PENUTUP
Akhirnya selesai sudah penulisan
dan pembahasan penulisan makalah singkat mengenai Implementasi Sistem Informasi
PT Kimia Farma (Persero) Tbk ini dengan tanpa hambatan yang berarti. Penulis
berharap makalah ini dapat memberikan manfaat pada diri pribadi khususnya dan
para pembaca umumnya.
Ucapan
terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah yang tak
sempurna ini. Terumata untuk dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen Bapak
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali MM., CMA . Mohon maaf atas segala kekurangan makalah
ini baik dari segi bentuk penulisan, pemilihan kata dan kalimat yang kurang
dimengerti, lugas dan ejaan yang kurang tepat.
DAFTAR PUSTAKA
http://supendi-nanang.blogspot.co.id/2016/04/kelebihan-dan-kekurangan-sap.html
MODUL SAP PLANT MAINTENANCE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar